Analisis Gaya Bahasa Tasybih dalam Kitab Kimiya al-Saadah karya Imam al-Ghazali

Authors

  • Nasrul Imaniyah Ma'had Aly Amtsilati Author
  • Almatoroh Sholihah Ma'had Aly Amtsilati Author
  • Nurul Af’idah Arifin Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.65526/g4rcna47

Keywords:

Tasybih, Stilistika, Kimiya al-Saadah, Al-Ghazali, Sufisme

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk tasybih dalam Kitab Kimiya’ al-Sa‘ādah karya Imam al-Ghazali sebagai perangkat stilistika dan media penyampaian pesan sufistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika bahasa Arab, khususnya dalam mengidentifikasi dan menganalisis struktur tasybih berdasarkan teori balaghah klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasybih dalam karya ini terdiri atas empat bentuk utama: tasybih mursal mujmal, tasybih mu’akkad mujmal, tasybih mursal mufassal, dan tasybih tamtsili. Al-Ghazali menggunakan tasybih tidak hanya untuk memperindah bahasa, tetapi juga sebagai sarana pedagogis dan sufistik dalam menyampaikan konsep-konsep abstrak seperti hati, akal, dan jiwa. Tasybih-tasybih tersebut menjadi jembatan antara dimensi rasional dan spiritual, sekaligus menunjukkan keindahan bahasa serta kedalaman makna dalam karya tasawuf klasik.

Author Biography

  • Nasrul Imaniyah, Ma'had Aly Amtsilati

    Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk tasybih dalam Kitab Kimiya’ al-Sa‘ādah karya Imam al-Ghazali sebagai perangkat stilistika dan media penyampaian pesan sufistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika bahasa Arab, khususnya dalam mengidentifikasi dan menganalisis struktur tasybih berdasarkan teori balaghah klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasybih dalam karya ini terdiri atas empat bentuk utama: tasybih mursal mujmal, tasybih mu’akkad mujmal, tasybih mursal mufassal, dan tasybih tamtsili. Al-Ghazali menggunakan tasybih tidak hanya untuk memperindah bahasa, tetapi juga sebagai sarana pedagogis dan sufistik dalam menyampaikan konsep-konsep abstrak seperti hati, akal, dan jiwa. Tasybih-tasybih tersebut menjadi jembatan antara dimensi rasional dan spiritual, sekaligus menunjukkan keindahan bahasa serta kedalaman makna dalam karya tasawuf klasik.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles